Hewan Ini Dijanjikan Allah Surga Berkat Cinta dan Taat Kepada Orang Sholeh

Isi Konten [Tampilkan]
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 


Kaum muslimin & muslimat, Ikhwan & Akhwat sahabat Didikan Islamic yang dimuliakan ALLAH SWT. 
Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan pengetahuan tentang :

ADA 10 HEWAN YANG KELAK ALLAH MASUKAN KE SURGA




         Kadang terlintas dibenak kita dan terkadang kita sering bertanya-tanya didalam hati untuk apa Allah menciptakan surga dan neraka. Tapi percayalah bahwasanya Allah menciptakan itu semua bukan lah semata-mata hanya untuk iseng atau bahkan hanya untuk kepuasan nya saja, melainkan itu semua yaitu Surga dan Neraka Allah ciptakan untuk kita semua hamba-hambanya. 
Allah menciptakan dunia ini tidak hanya untuk kita menikmati dunia ini bahkan hanya untuk bersenang-senang, melainkan dunia ini tujuannya hanyalah sebagai tempat persinggahan dan sebagai ladang untuk kita beribadah. 
    Dunia ini hanyalah sebagai tempat ujian bagi kita yang beriman, sehingga terbedakan antara kita dan makhluk Allah yang lain. Siapa yang baik amalnya maka Allah beri ganjaran berupa Surga yang tidak pernah kita sangka akan keindahannya, dan tidak akan bisa tergambar keindahanya oleh kita semua. 
Kembali membahas tentang Surga, apa saja dan siapa saja yang ada didalamnya kelak itu masih mejadi pertanyaan besar bagi kita semua. Nah, berikut ini kami akan menjelaskan semampu kami mengenai beberapa hewan yang kelak Allah masukan ke Surga sesuai kesepakatan para 'Ulama dan sesuai dalam Al-qur'an.



1. Sapi dalam Kisah Nabi Musa

Kisah Nabi Musa AS dan Al-Baqarah (Sapi Betina). Ini merupakan kisah yang difirmankan oleh Allah SWT dalam surah Al-Baqoroh di Al-Qur’an.

    Disebutkan bahwa, pada zaman Bani Israil, hiduplah seorang fulan (laki-laki) yang sangat termahsyur. Dia memiliki banyak harta namun tidak memiliki  ahli waris.
Suatu ketika, si fulan tersebut ditemukan mati dibunuh di depan salah satu rumah warga. 
Yang menemukan jasadnya tidak lain ialah kerabatnya sendiri. 
Maka muncul pertanyaan dari penduduk Bani Israil, Kenapa si fulan tersebut meninggal, dan siapa yang membunuhnya.

Tidak lama kemudian, mereka pun mendatangi Nabi Musa AS, untuk meminta petunjuk. Nabi Musa pun berdo'a dan memohon petunjuk kepada Allah SWT. 
Hal ini dijelaskan dalam QS, Al-Baqarah ayat 67 :


وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تَذْبَحُوا بَقَرَةً ۖ قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا


“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina.” Mereka berkata: “Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?” (QS. Al-Baqarah: 67).

Namun karena itu merupakan jawaban dari Nabi Musa AS atas perintah Allah, maka Bani Israil pun mulai mencari sapi dan menyembelihnya. Mereka menyembelih cukup banyak sapi namun tidak ada yang terjadi. Mereka pun bertanya kepada kembali kepada Nabi Musa.



“Seperti apa ciri-ciri sapi tersebut?”

Nabi Musa pun menjelaskan ciri-ciri sapi tersebut dengan tidak tua dan tidak muda, kulitnya kuning tua kemerah-merahan dan sangat bersih, sapi itu tidak pernah digunakan untuk membajak sawah. Mendengar hal itu, Bani Israil semakin kebingungan karena sekarang mereka sadar mereka akan lebih sulit mencarinya (yang mana sebelum dijelaskan, mereka seharusnya bisa menyembelih sapi apa saja)
    Lama sekali hingga pada akhirnya merekapun menemukan sapi yang dimaksud. Sapi sempurna itu dibeli dari seorang yatim belia dengan harga yang cukup mahal. Sapi itu sangat terawat dan tidak pernah digunakan untuk membajak sawah karena itu merupakan wasiat sang ayah. Setelah mendapatkannya, Bani Israil pun membawa sapi itu kehadapan Nabi Musa AS.

Oleh Nabi Musa, sapi itupun disembelih dan sebagian dagingnya beliau pukulkan kepada jenazah fulan yang meninggal. Atas seizin Allah, jenazah itu bangkit dari kematiannya. Nabi Musa pun bertanya. “Siapa yang membunuhmu?” jenazah itu menjawab, yang membunuhnya adalah kerabatnya sendiri.


2.Anak Sapi Yang Dihidangkan Nabi Ibrahim Untuk Tamunya

    Nabi Ibrahim AS adalah seorang Rasul Allah yang dikaruniai gelar Ulul’Azmi (Yang paling sabar). Beliau tinggal bersama istri pertamanya yang bernama siti Maisaroh. 
Dikala itu diceritakan bahwa istri Nabi Ibrahim tidak bisa memiliki keturunan.

Kisah ini diawali oleh Nabi Ibrahim (yang dijelaskan dalam Al-Qur’an) beliau didatangi oleh tiga orang tamu (musafir) di kediamannya. Nabi Ibrahim sama sekali tidak mengenal ketiga orang tersebut. Meskipun begitu, untuk tetap memuliakan tamunya, Nabi Ibrahim menghidangkan anak sapi panggang kepada mereka.
Namun sayangnya, ketiga tamu tersebut tidak menyentuh makanan itu sama sekali. 
Kisah ini dijelaskan dalam surat Adz-Dzaariyat ayat 27-28 yang berbunyi:


فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۖقَالُوا لَا تَخَفْ ۖوَبَشَّرُوهُ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ


“lalu dihidangkannya kepada mereka (tapi mereka tidak mau makan). Ibrahim berkata, ‘Mengapa tidak kalian makan?’ Maka dia (Ibrahim) merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: ‘Janganlah kamu takut,’ dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim untuk Nabi Ibrahim AS (Ishaq),”(Adz-Dzariyat: 27-28)

Mereka datang hanya untuk membawa kabar gembira kepada Nabi Ibrahim dan istrinya perihal kelahiran Ishaq. Dikatakan juga bahwa ketiga musafir tersebut merupakan jelmaan malaikat.


3.Keledai Milik Nabi Uzair AS

    Nabi Uzair merupakan Nabiyullah yang hidup di zaman Nabi Isa AS. Dalam kisahnya diceritakan bahwa Nabi Uzair kala itu tengah melakukan perjalanan mengendarai keledainya. Berhenti di sebuah desa yang hancur karena peperangan, Nabi Uzair membantin dalam hati :

”Bagaimana Allah menghidupkan orang-orang yang tubuhnya hancur ini pasca kematian?”

Karena kelelahan setelah perjalanan jauh, Nabi Uzair pun beristirahat sejenak di desa yang sudah tidak berbentuk itu. Dibawah sebuah pohon yang rindang, Nabi Uzair terlelap.

Karena Allah menghendaki tidur Nabi Uzair menjadi sangat panjang, Nabi Uzair pun bablas tertidur selama 100 tahun. Bahkan tubuhnya hancur menjadi tanah dan dilupakan. Setelah 100 tahun tersebut, maka Allah menghidupkan kembali NabiUzair dengan tubuhnya yang semula. 
Hal ini diceritakan dalam QS, Al- Baqarah ayat 259 :


أَوْ كَٱلَّذِى مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ وَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْىِۦ هَٰذِهِ ٱللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُ ٱللَّهُ مِا۟ئَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُۥ ۖ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۖ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۖ قَالَ بَل لَّبِثْتَ مِا۟ئَةَ عَامٍ فَٱنظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۖ وَٱنظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ ءَايَةً لِّلنَّاسِ ۖ وَٱنظُرْ إِلَى ٱلْعِظَامِ كَيْفَ نُنشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا ۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُۥ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ


“Berapa lama kamu tinggal di sini ?” Beliau menjawab: “Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari”. Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang), Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia, dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging”. Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) beliau pun berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al-Baqarah : 259).

4.Kambing Yang Menggantikan Nabi Ismail AS.

    Kisah hewan yang diberi jaminan masuk surga ini merupakan kisah yang sering kita dengar di bangku sekolah dasar, dimana Nabi Ibrahim AS diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih anaknya sendiri, Nabi Ismail AS. Diperlihatkannya lewat mimpi bahwa dia akan menyembelih Ismail kala dia sudah berusia tujuh tahun keatas (mampu berjalan) dimana anak tersebut dihitung sudah mampu bekerja.

Namun karena Ismail merupakan anak yang taat dan berbakti, atas keihlasan mentaati perintah Allah, Ismail pun rela disembelih oleh ayahnya sendiri.

Karena keikhlasannya yang luar biasa, dengan seizin Allah, Ismail yang akan disembelih itu digantikan menjadi kambing gemuk yang dibawakan oleh Malaikat Jibril AS , dan atas seizin Allah pula, Malaikat JIbril AS menyelamatkan Ismail dari penyembelihan tersebut.

Peristiwa ini menupakan dasar syariat dari sembelih qurban dikala hari raya Idul Adha. Atas kejadian itu, kambing yang menggantikan Nabi Ismail dijanjikan masuk Surga oleh Allah SWT.


5.Unta Betina Milik Nabi Sholeh AS

Yang kelima adalah Unta betina milik Nabi Shaleh. Yang mana diceritakan bahwa dahulu kala Nabi Shaleh diutus Allah untuk menyeru ke kaumnya bernama kaum Tsamud. 
Kaum yang ingkar dan menyembah berhala (berhala berbentuk batu besar). Suatu ketika Nabi Shaleh mendatangi gunung tempat kaum Tsamud yang menyembah berhala dan berseru kepada mereka

“Wahai Kaumku! Sembahlah Allah, karena tidak ada Tuhan selain dia”,

Namun sayangnya kaumTsamud malah menganggap Nabi Shaleh sebagai orang gila. Salah satu dari mereka bahkan mencaci Nabi Shaleh AS,

“Jika kau memang rasul utusan Allah, bisakah kau mengeluarkan seekor unta betina dari batu ini?”

Nabi Shaleh pun berdoa kepada Allah untuk memohon mukjizat. Hingga pada akhirnya, esok harinya, batu tersebut terbelah sehingga muncul seekor unta betina yang sedang hamil. Unta betina yang menawan itu pun akhirnya menjadi simbol kasih sayang kaum tersebut.

Meskipun begitu, masih ada saja beberapa orang yang ingkar bahkan dengan sengaja membunuh unta betina beserta anaknya.

Nabi Shaleh yang mengetahui bahwa unta tersebut mati dibunuh pun berdoa kembali kepada Allah.
Nabi Shaleh memberikan waktu 3 hari agar orang-orang tersebut mau bertobat, namun alih-alih bertaubat mereka malah mengancam ingin membunuh Nabi Shaleh.

Maka dari itu Allah memberikan Azab berupa hujan batu besar kepada mereka semua.


6.Ikan Paus Yang Menelan Nabi Yunus AS

        Kisah hewan paus ini yang dibernama Ikan NUN, diberi jaminan oleh Allah SWT masuk surga ini dimulai ketika Nabi Yunus diperintahkan oleh Allah untuk mendatangi kaum bernama Ninawa. 
Nabi Yunus menyerukan ajaran Allah kepada kaum tersebut, namun sayangnya tidak dipedulikan karena Nabi Yunus dianggap sebagai orang luar dan bukan bagian dari kaum tersebut. 
Nabi Yunus terus meyakinkan kaum Ninawa untuk menyembah Allah, namun kaum tersebut sangat keras kepala dan tetap berpegang teguh dengan menyembah berhala. Merasa yakin tidak bisa mengubah kaum tersebut, Nabi Yunus pun berniat pergi meninggalkan kaum Ninawa.

Kala kepergiaan NabiYunus dari kaum tersebut, Nabi Yunus berpesan untuk yang terakhir kalinya “ Wahai kaum Ninawa, segeralah bertaubat dan menyembah Allah, sesungguhnya Allah akan menurunkan azab yang sangat pedih apabila kalian masih menyembah apa yang kalian sembah.”

Saat Nabi Yunus sudah pergi dari kaum Ninawa, kaum tersebut menjadi gelisah karena tiba-tiba cuaca berubah, gemuruh dan suara angin mendatangi kaum tersebut. Seakan pertanda badai dahsyat akan datang. Karena takut, Kaum tersebut pun mengucapkan taubat dan memohon pengampunan kepada Allah SWT. Mereka terus berdoa sampai tanda-tanda badai itu pun meninggalkan kaum tersebut. Menyadari kesalahan apa yang mereka lakukan kepada Nabi Yunus, mereka pun berniat mencarinya, namun sayang, Nabi Yunus sudah pergi jauh dari kaum tersebut.

Sepeninggalnya dari kaum Ninawa, Nabi Yunus mengembara dengan tidak menentu. Nabi Yunus merasa bersalah dan berdosa karena tidak bisa meyakinkan kaum Ninawa. Dalam perjalanan nya, beliau menaiki kapal yang berniat menyebrangi laut. Sayangnya,kapal itu terhantam badai dahsyat. Atas alasan beban kapal terlalu berat, para penumpang pun sepakat mengurangi beban dengan cara membuang satu persatu dari mereka ke laut.

Kegiatan itu dilakukan dengan cara undian, yang mana di undian ketiga, Nabi Yunus lah yang mendapat giliran dan harus dibuang ke laut. Mengetahui ini adalah kehendak Allah, NabiYunus pun menjatuhkan diri ke laut.
Allah memerintahkan kepada ikan paus (Nun) untuk menelan Nabi Yunus. Dia berada di perut ikan paus hingga terhitung 40 hari. Dalam hitungan tersebut, tidak ada hal yang dia lakukan selain meminta ampunan dan bertasbih kepada Allah SWT.

Allah yang mendengar doa Nabi Yunus pun memerintahkan ikan paus untuk mendamparkan Nabi Yunus ke pantai. Allah juga memerintahkan Nabi Yunus untuk kembali ke kaum Ninawa. Saat Nabi Yunus kembali ke kaum tersebut. Dia terkejut, karena kaum Ninawa berubah menjadi kaum yang beriman kepada Allah SWT.


7.Semut yang Dijumpai Nabi Sulaiman dan Pasukannya.

       Nabi Sulaiman diceritakan sebagai Nabi yang kaya raya dan mempunyai kekuasaan yang sangat besar, bahkan kekuasaan yang mencakup manusia, hewan, maupun jin. 
Allah juga memberikan kecerdasan,sifat adil dan kebijasanaan yang luar biasa kepada Nabi Sulaiman. Sehingga membuat Nabi Sulaiman menjadi sosok pemimpin yang baik. Mukjizat luar biasa diberikan oleh Allah kepada Nabi Sulaiman adalah bahwa beliau mampu memahami ucapan binatang.

Al-kisah Nabi Sulaiman tengah berpergian ke daerah bernama Thaif. Dijelaskan bahwa Nabi Sulaiman kala itu juga membawa pasukan yang sangat banyak. 
Di perjalanan, Nabi Sulaiman memasuki daerah lembah yang mana tempat itu terdapat sarang semut yang sangat banyak. Melihat rombongan pasukan Nabi Sulaiman yang banyak itu, para semut pun ketakutan. Takut terinjak, sang raja semut pun berseru kepada kawanannya.


“Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” (QS an-Naml: 18).

Karena mukjizat yang diterima Nabi Sulaiman, beliau pun dapat mendengar ucapan sang raja semut dan menghentikan seluruh pasukannya. Membiarkan semua semut itu lewat agar tidak terinjak sementara seluruh pasukan Nabi Sulaiman bertanya-tanya kenapa Nabi Sulaiman AS menghentikan perjalanan tersebut.

8.Burung Hud-Hud, Pengirim Pesan ke Ratu Balqis

    Kisah hewan yang diberi jaminan masuk surga lain masih terkait dengan Nabi Sulaiman adalah tentang usahanya untuk mengimankan Ratu Balqis. Ratu dari kerajaan bernama Saba.

    Suatu ketika, Nabi Sulaiman mendengar tentang kerajaan masyhur dari negeri seberang.
 Kerajaan yang dipimpin oleh ratu yang cantik, sayangnya menyembah matahari. Mendengar hal itu
Nabi Sulaiman kemudian mengirim burung Hud-Hud untuk mengundang Ratu Balqis ke istananya. Dalam hikayat disebutkan bahwa ratu Balqis tertarik dengan sebuah kerajaan yang dipimpin oleh pemimpin yang arif dan bijaksana dan berniat menguasainya.

Atas undangan dari Nabi Sulaiman, maka sampailah ratu Balqis ke kerejaan megah itu. Disana dia disambut dengan jamuan yang luar biasa. Pengawal yang dibawa ratu Balqis untuk mengawalnya tidak sebanding dengan pasukan dari Nabi Sulaiman, yang terdiri dari manusia, burung-burung dan bangsa Jin. Dijelaskan dalam surat An-Naml ayat 17 :


وَحُشِرَ لِسُلَيْمَٰنَ جُنُودُهُۥ مِنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ وَٱلطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ


“Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).” (QS, An-Naml ayat 17)

Karena merasa takjub dan tidak sebanding dengan kekuasaan Nabi Sulaiman, ratu Balqis pun beriman kepada Allah. Bahkan bukan hanya mengikuti ajaran yang di ajarkan, Ratu Balqis pun menikah dengan Nabi Sulaiman.

9.Anjing Setia Ashabul Kahfi

    Kisah yang kesembilan adalah kisah tentang pemuda Ashabul Kahfi. Tujuh orang pemuda yang kabur danvmengasingkan diri di sebuah gua karena dikejar oleh seorang raja yang jahat.
Raja tersebut merupakan raja kafir yang mememburu rakyatnya yang tidak patuh. Dia menyururuh rakyatnya untuk menyembah selain Allah, atau mereka akan disiksa dan dibunuh.

    Atas seizin Allah, para pemuda Ashabul Kahfi dan anjingnya ditidurkan selama 300 tahun. Dalam tidurknya mereka melewati masa kepemimpinan sang raja jahat dan bangun di tempat yang sama, namun dengan pemimpin yang adil.

Anjing yang menemani mereka dipercaya sebagai satu-satunya anjing yang akan masuk surga, karena begitu setia dan besarnya cinta kepada orang-orang sholeh.

10.Unta yang Ditunggangi Nabi Muhammad SAW

Qashwa. Itulah nama unta yang menjadi kesayangan Rasulullah. Unta yang diberikan secara cuma-cuma oleh Abu Bakar As-Shiddiq RA, namun ditolak oleh Rasulullah dan lebih memilih membelinya.

Pasca menyebarkan ajaran islam di Makkah (namun mengalami kendala dengan kaum kafir Quraisy yang mengusir Rasulullah dan para sahabat), Rasulullah pun mengajak para sahabat untuk Hijrah ke Madinah. Dalam perjalanannya, Rasulullah disambut dengan ramah tamah oleh rakyat Madinah. Rasulullah menamai penduduk Madinah dengan nama Kaum Anshar, yaitu orang yang membantu Rasulullah dalam kepindahannya dari Mekkah ke Madinah.

Pada saat Rasulullah dan para Muhajirin (sahabat Rasulullah yang ikut Hijrah) sampai ke Madinah, penduduk Madinah dengan suka rela menawarkan rumahnya sebagai tempat singgah. Rasulullah yang kala itu membawa Qashwa sebagai tunggangan nya menyatakan bahwa beliau akan memilih rumah yang dipilih Qashwa sebagai tempat singgahnya.

Sembari menyusuri jalan kota Madinah, Qashwa menuntun Rasulullah ke sebuah tempat sempit. Disana, Qashwa berlutut, Namun Rasulullah tidak turun. Qashwa pun berjalan lagi, namun pada akhirnya unta kesayangan Rasulullah itu kembali ke tempat semula dan berlutut lagi. Kali ini Qaswa menempelkan dadanya di tanah. Mengetahui bahwa itu adalah tempat yang dipilihkan Qashwa, Rasulullah pun mantap bahwa itu adalah tempat yang akan menjadi persinggahannya yang benar-benar atas kehendak Allah.

Diketahui bahwa tempat kecil itu adalah milik Sahl dan Suhail. Dua anak yatim piatu yang mulanya ingin memberikan secara percuma tempat itu untuk Rasulullah namun ditolak. Hingga pada akhirnya, tempat itu dibeli oleh Rasulullah dengan harga yang disepakati.

 
  •             Demikian lah ilmu pengetahuan islam yang bisa kami berikan kepada seluruh Ikhwan & Akhwat sahabat Didikan Islamic yang dirahmati oleh Allah SWT. Semoga menjadi berkah untuk kehidupan kita semua. Dihari yang penuh berkah ini kami mengajak kepada seluruh kaum muslimin agar saling berbagi kebaikan ilmu yang diambil dari artikel dibawah ini. Mari kita saling berbagi pengetahuan kepada orang-orang terdekat kita utamanya agar mereka mendapatkan berkah dan ilmu pengetahuan dari apa yang sudah kita share.
  •             Semoga dengan berkah kita meluangkan waktu selama beberapa menit untuk membagikan artikel ini menjadikan kita mudah dalam segala urusan dunia maupun akhirat. Dan menjadi amal ibadah kita. 
  •             Bayangkan apabila ada 100 orang bahkan lebih dari itu mereka yang mengambil kebaikan ilmu dari apa yang kita bagikan, maka sebanyak itulah amal ibadah kita. Mari saling berbagi (SHARE) 🙏🏻 .Semoga amal ibadah kita berbagi dihari ini diterima oleh Allah SWT

Belum ada Komentar untuk "Hewan Ini Dijanjikan Allah Surga Berkat Cinta dan Taat Kepada Orang Sholeh"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel