Kisah Seorang Waliyullah Meminta Allah Mencabut Nyawanya Hingga Malaikat Izrail Memeluknya

Isi Konten [Tampilkan]
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 


Kaum muslimin & muslimat, Ikhwan & Akhwat sahabat Didikan Islamic yang dimuliakan ALLAH SWT. 
Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan pengetahuan tentang :

Dipeluk Malaikat Izrail AS Kisah Wali Allah Meminta Agar Allah Swt Yang Mencabut Nyawanya




        Allah subhanahu wa ta'ala berfirman "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga sungguh dia memperoleh kemenangan, kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdayakan (Quran surah Ali Imran 185).Kita sebagai hamba Allah subhanahuwata'ala meyakini bahwa saat kematian itu datang menghampiri manusia Berarti ada peran utusan Allah subhanahuwata'ala di dalamnya hingga berpisahlah ruh dari jasad, utusan itu bernama Malaikat Izrail yang kita kenal dengan gelar malaikat maut.

         Allah subhanahu wa ta'ala berfirman "Katakanlah malaikat maut yang diserahi untuk mencabut nyawamu akan mematikan mu kemudian hanya kepada tuhanmulah kamu akan dikembalikan (Quran surah as-sajadah ayat 11). Dalam kitab Fathur Rabbani dikatakan Syekh Abdul Qadir al-jailani pada masa hidupnya pernah menceritakan kisah tentang seorang wali Allah yang bernama Imam Junaid al-baghdadi yang dipeluk oleh malaikat maut. Imam Junaid al-baghdadi itu disampaikan oleh Syekh Abdul Qadir al-jailani dalam majelisnya diakhir bulan Rajab tahun 546 Hijriah di Irak. 

    Tentang Karomah Imam Junaid Al-Baghdadi 

   Syekh Abdul Qadir al-jailani mengisahkan Imam Junaid al-baghdadi sering sekali mengatakan apa yang dapat kuperbuat terhadap diriku, aku ini hanya seorang hamba dan milik majikanku dia telah menyerahkan dirinya kepada Allah tidak memilih pilihan lain selain terhadapnya dan tidak mengusiknya Junaid juga telah rela dengan apapun yang ditakdirkan kepadanya hatinya telah menjadi baik dan nafsunya telah tenang dia telah mengamalkan firman Allah Azza wajalla "sesungguhnya perlindunganku adalah Allah yang telah menurunkan Al Kitab al-qur'an dan dia melindungi orang-orang yang soleh (Al-Quran surat al-a'raaf ayat 196).

         Imam Junaid al-baghdadi berkata pada suatu malam aku mengingat kematian dan aku menangis dari awal malam hingga waktu sahur tiba aku berdoa Ya ALLAH Ya Tuhanku aku mohon kepadamu agar malaikat maut tidak mencabut nyawaku tetapi engkau sendiri yang mencabutnya kemudian aku tertidur lalu aku bermimpi melihat seorang tua yang mengagumkan dan menawan Dia kemudian masuk dari arah pintu dan Aku Bertanya kepadanya, siapakah engkau? lalu dia menjawab aku malaikat maut, aku katakan kepadanya aku telah meminta kepada Allah agar dia sendiri yang mencabut nyawaku bukan engkau yang akan mencabutnya malaikat itu balik bertanya, lalu Mengapa engkau meminta hal itu apa dosaku aku hanyalah hamba yang mengikuti perintah, aku diperintahkan bersikap lemah lembut terhadap suatu kaum dan bersikap kasar terhadap kaum yang lainnya, kemudian Malaikat Izrail  memelukku dan menangis maka akupun menangis bersamanya.  

Detik-Detik Wafat Imam Junaid Al-Baghdadi

        Dokter Ali Hasan Abdul kader dalam bukunya mengisahkan tentang detik-detik menjelang wafatnya Imam Junaid al-baghdadi menjelang wafatnya dalam keadaan lemah ia berkata "Berilah aku air untuk bersuci" ia meminta kepada sahabat-sahabatnya kemudian Abul Qosim Al Junaid bersujud sambil menangis, maaf wahai guru kami murid-muridnya menegurnya dengan semua pengabdian dan kepatuhan Mu kepada Allah seperti yang telah engkau lakukan Mengapakah engkau bersujud pada saat-saat seperti ini Abul qasim al-junaid berkata tidak pernah aku merasa perlu bersujud daripada saat-saat ini .
Kemudian Abdul qasim al-junaid membaca ayat-ayat al-qur'an tanpa henti-hentinya dan engkaupun membaca al-quran salah seorang muridnya bertanya Abdul qasim al-junaid berkata, Siapakah yang lebih berhak daripada aku membaca al-quran Karena aku tahu sebentar lagi catatan kehidupanku akan digulung dan akan kulihat pengabdian dan kepatuhan ku selama 70 tahun tergantung di angkasa pada sehelai benang.

         Kemudian angin bertiup dan Mengayunkan kesana kemari hingga aku tak tahu apakah angin itu akan memisahkan atau mempertemukanku dengannya disebelahku akan membentang sebagai pemisah surga dan neraka dan di sebelah yang lain malaikat maut, Hakim yang adil akan menantikan ku disana Teguh tak tergoyahkan di dalam keadilan yang sempurna di saat sakratul mautnya tiba sahabat-sahabatnya membisikkan Lailahaillallah aku tidak lupa jawab, Abdul qasim al-junaid tangannya meraih tasbih dan keempat jarinya kaku mencengkram tasbih itu setelah kalimat tauhid beliau ucapkan lalu ia berkata "Bismillahirrohmanirrohim. Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang" kemudian ia menutup matanya dan sampailah ajalnya ketika jenazah beliau dimandikan salah seorang yang ikut memandikannya bermaksud membasuh matanya tetapi sebuah suara dari langit mencegah, lepaskan tanganmu dari mata kekasihku! matanya tertutup bersama Namaku dan tidak akan dibukakan kembali kecuali ketika menghadapku nanti, kemudian ia hendak membuka jari-jari Junaid untuk dibasuh nya sekali lagi terdengar suara mencegah jari-jari yang telah kaku bersama Namaku tidak akan dibukakan kecuali melalui perintahku. 

        Ketika jenazah Abul Qosim Al Junaid diusung seekor burung dara berbulu putih hinggap di sudut rendahnya, Percuma saja para sahabat mencoba mengusir burung itu karena ia tak mau pergi akhirnya burung itu berkata janganlah kalian menyusahkan diri kalian sendiri dan menyusahkan aku cakar-cakar ku tertancap di keranda ini oleh paku cinta itu sebabnya aku hinggap di sini janganlah kalian bersusah payah sejak itu jasadnya dirawat oleh para malaikat jika bukan karena kegaduhan yang kalian buat niscaya jasad Abdul Qosim Al Junaid akan terbang ke angkasa Sebagai seekor elang putih bersama-sama dengan kami. Imam Junaid al-baghdadi meninggal dunia pada Jumat 298 Hijriah atau 910 masehi dimakamkan di dekat makam pamannya sekaligus gurunya, Syekh Syariah safati di Baghdad di dalam Kitab lubabul hadits bab ke-36 as-suyuthi menuliskan hadis-hadis keutamaan mengingat kematian yang perlu untuk kita perhatikan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda kematian itu jembatan yang menghubungkan sang Khalik kepada kekasihnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda sungguh wali-wali Allah itu tidak wafat mereka hanya berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya. 

Musibah Terbesar Ialah Kematian Para Ulama 

        Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda kematian ulama itu kegelapan di dalam agama, Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda kematian itu ada empat, matinya orang-orang berilmu, matinya orang-orang kaya, matinya orang-orang fakir, dan matinya para pemimpin. Maka kematian orang-orang yang memiliki ilmu itu dapat menyebabkan perpecahan didalam agama, matinya orang-orang kaya itu dapat menyebabkan kesusahan yang sangat sedih, matinya orang-orang fakir itu istirahat, dan matinya para pemimpin itu fitnah. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata betapa banyak hati yang terbakar oleh kecintaan kepada dunia Padahal di dadanya ada Al-quran sementara banyak orang-orang Saleh Yang bangun malam mendirikan salat malam beramar ma'ruf nahi mungkar tangan mereka itu Terbelenggu oleh sikap Wara hingga meninggalkan dunia, dan Keinginan mereka mencari Tuhan begitu kuat maka infakkanlah harta kalian kepada mereka Sebab di kemudian hari mereka itu akan mendapatkan kekuasaan di sisi Allah Azza wajalla.

Wallahu'allam

         Alhamdulillah saudara semua demikianlah kisah ini semoga menambah ilmu dan dapat menambah ketaatan kita kepada Allah subhanahuwata'ala terima kasih segala Perhatian mohon maaf atas segala kekhilafan,Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

  •             Demikian lah ilmu pengetahuan islam yang bisa kami berikan kepada seluruh Ikhwan & Akhwat sahabat Didikan Islamic yang dirahmati oleh Allah SWT. Apabila terdapat suatu kesalahan dalam penyampaian ilmu islam, boleh Antum kritik dan memberi saran agar bisa kami perbaiki . Semoga menjadi berkah untuk kehidupan kita semua. Dihari yang penuh berkah ini kami mengajak kepada seluruh kaum muslimin agar saling berbagi kebaikan ilmu yang diambil dari artikel dibawah ini. Mari kita saling berbagi pengetahuan kepada orang-orang terdekat kita utamanya agar mereka mendapatkan berkah dan ilmu pengetahuan dari apa yang sudah kita share.
  •             Semoga dengan berkah kita meluangkan waktu selama beberapa menit untuk membagikan artikel ini menjadikan kita mudah dalam segala urusan dunia maupun akhirat. Dan menjadi amal ibadah kita. 
  •             Bayangkan apabila ada 100 orang bahkan lebih dari itu mereka yang mengambil kebaikan ilmu dari apa yang kita bagikan, maka sebanyak itulah amal ibadah kita. Mari saling berbagi (SHARE) 🙏🏻 .Semoga amal ibadah kita berbagi dihari ini diterima oleh Allah SWT

Belum ada Komentar untuk "Kisah Seorang Waliyullah Meminta Allah Mencabut Nyawanya Hingga Malaikat Izrail Memeluknya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel