Subhanallah! Meski Dibakar Saat Sholat, Orang Ini Diselamatkan Allah

Isi Konten [Tampilkan]
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 


Kaum muslimin & muslimat, Ikhwan & Akhwat sahabat Didikan Islamic yang dimuliakan ALLAH SWT. 
Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan pengetahuan tentang :

Abu Muslim Al-Khaulani Menghadapi Nabi Palsu, Sholat Didalam Kobaran Api


        Abu muslim al-khaulani bernama asli Abdullah bin Shihab, Ia adalah salah seorang tokoh tabi'in yang terkenal akan sifatnya yang zuhud dan doanya yang maqbul. Ia berasal dari Yaman masuk Islam pada masa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan datang ke Kota Madinah pada masa kekhalifahan Abu Bakar As Shiddiq radhiallahu Anhu semasa di Yaman Abu muslim pernah ditangkap dan berusaha dibakar oleh al-aswad al-ansi yang mengakui dirinya sebagai nabi, namun Abu muslim selamat beliau dikenal dengan rain muljam atau bunga-bunga nyanyian negeri Syam. 

Tubuh Di Bakar Saat Melakukan Sholat

Dalam kisahnya beliau adalah sosok yang ikhlas ketika dibakar kisah beliau sama seperti Nabi Ibrahim Alaihissalam ketika dibakar oleh Raja Namrud.

        Hal ini dikisahkan setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dimana Pada masa itu terdapat fitnah yang sangat besar yang diantaranya adalah munculnya nabi-nabi palsu salah satunya adalah Al-Aswad al-ansi ia tinggal di daerah Kahfi Hanan di sebelah Yaman Selatan, perawakan ia sangat besar cerdas dan fasih lisannya. Di masa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Aswad sudah masuk Islam namun sepeninggalan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Aswad kembali menjadi murtad karena kepastian dan keilmuan yang ia miliki.

Awal Mula Adanya Nabi Palsu

         Aswad mulai bergerilya dan mencoba untuk mengajak orang-orang agar mengakui dia sebagai nabi, cerdasnya Aswad ia membentuk mata-mata ke semua penjuru di wilayahnya untuk mengetahui situasi dan kondisi masyarakat yang ada pada masa itu, sehingga ketika masyarakat menanyakan perihal permasalahan yang mereka hadapi Aswad mampu menjawab dan mengetahuinya secara detail sehingga akhirnya masyarakat mempercayainya sebagai nabi. Pengakuan Aswad sebagai nabi membuat tiga orang sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yaitu Muadz Bin Jabal, Abu Musa al-asy'ari, dan Khalid Bin Said yang pada masa itu sedang berdakwah di Yaman terpaksa harus keluar dari Yaman.  
Aswad mengetahui bahwa salah satu murid dari sahabat besar Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam masih ada yang tersisa di Yaman yaitu Abu muslim al-khaulani, sampai akhirnya Aswad mengutus para pengikutnya untuk mencari Abu muslim al-khaulani diberbagai penjuru Yaman. 

Tertangkapnya Abu Muslim Al-Khaulani

        Akhirnya Aswad pun menemukan Abu muslim al-khaulani melalui informasi dari para pengikutnya sehingga semua murid pengikut Abu muslim al-khaulani dipaksa untuk menjadi pengikut Aswad dan mengakuinya sebagai nabi ketika Aswad menemui Abu muslim ia memerintahkan kepada pengikutnya untuk mempersiapkan kayu bakar untuk membakarnya. Dalam kitab majmuk fatawa maupun al-furqon baina awliya ar-rahman wa awliya'us Syaithan ,dikatakan bahwa Abu muslim tidak mempan dibakar api bahkan api menjadi dingin dan menyelamatkannya sebagaimana dikisahkan ketika ia dicari oleh aswata lunsi yang ketika itu mengaku menjadi nabi ia tanya kepada Abu muslim al-khaulani Apakah engkau mengakui aku sebagai utusan Allah Abu muslim menjawab Aku tidak pernah mendengarnya Aswad Al-unsi bertanya lagi Apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, ia menjawab Benar.

Kuatnya Keimanan Abu Muslim Al-Khaulani

         Tidak terima dengan jawaban Abu muslim maka Aswad segera memerintahkan para pengikutnya agar menyiapkan api, kemudian Abu muslim dimasukkan ke dalam api itu namun orang-orang takjub melihatnya orang-orang yang menyaksikan itu melihat Abu muslim sedang melakukan salat di dalam api itu dan api itu menjadi dingin dan menyelamatkan dirinya. Al-imam al-hafizh Abu Umar Yusuf bin Abdulloh bin Ibnu Hajar bin Abdulloh An-Namiry di dalam kitab-nya al-isti'ab Fi ma'rifatil azhab. Aswad mengaku-ngaku sebagai nabi diyaman, ia meminta agar Abu muslim al-khaulani dibawa kepadanya ketika datang dia bertanya kepada Abu muslim, Apakah kamu bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah Abu muslim menjawab Aku tidak pernah mendengar hal itu, Aswad bertanya lagi apakah kamu bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah ?, ia menjawab Benar, Aswad bertanya berulang-ulang Abu muslim pun menjawab beberapa kali dengan jawaban Nabi Muhammad adalah utusan Allah tidak terima dengan jawaban Abu muslim kemudian Aswad meminta agar disiapkan api besar, setelah api berkobar Abu muslim dilemparkan kedalam api, tetapi api itu tidak membahayakannya sama sekali. 

        Lalu Dikatakan kepadanya asingkan dia darimu jika tidak dia akan merusak orang yang mengikutimu kemudian Abu muslim dilepaskan dan diperintahkan untuk pergi meninggalkan Yaman.  
Abu muslim Kemudian datang ke Madinah saat itu Rasulullah Shallallahu Alaihi salam telah wafat dan Abu Bakar menggantikan kepemimpinan. Sesampainya di Madinah Abu muslim menambatkan ontanya di depan pintu masjid lalu masuk masjid dan melakukan salat dua rakaat di belakang tiang masjid ketika Umar Bin Khattab radhiallahu Anhu melihatnya langsung mendekati dan berkata kepadanya Dari mana kamu wahai lelaki? Abu muslim menjawab dari Yaman, Umar bertanya Bagaimana berita lelaki yang dibakar oleh pembohong besar nabi palsu itu ?,  ia menjawab itu adalah Abdullah bin siwab. Umar berkata Aku bersumpah kepada Allah bahwa lelaki itu adalah kamu, ia menjawab mudah-mudahan itu benar, Umar kemudian merangkulnya dan menangis lalu membawanya pergi kepada Sayyidina Abu Bakar radhiallahu anhu.

Abu Muslim Pernah Diracun

         Abu muslim didudukkan antara Umar dan Abu bakar. Abubakar kemudian berkata Alhamdulillah Allah belum mewafatkan ku sehingga memperlihatkan kepadaku pada masa umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam seseorang yang diperlakukan seperti apa yang pernah diperlakukan kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam, Kekasih Allah subhanahuwata'ala ini memang al-karomah yang lainnya dalam buku kesahihan dalil keramat Wali karya Kyai Haji Muhammad Hanif muslim LC dikatakan Pada masa itu beliau Abu muslim diracun oleh budaknya sendiri tetapi racun itu tidak mematikannya akhirnya budak perempuan itu dimerdekakan nya. Kisah itu bermula ketika seorang budak perempuan muda milik Abu muslim al-khaulani berkata kepada Abu muslim wahai Abu muslim sejak lama aku memasukkan ke makananmu racun tapi aku melihat sampai hari ini racun tidak membahayakanmu. 

        Abu muslim bertanya Mengapa engkau berbuat demikian?, perempuan itu menjawab Aku adalah perempuan muda yang ada di sisimu tapi kamu tidak menyuruhku untuk mendekat kepadamu tidak pula menjualku. Abu muslim berkata setiap aku akan makan selalu membaca dengan menyebut nama Allah sebaik-baik nama tidak ada yang membahayakan dengan menyebut namanya suatu penyakit, Ya Tuhan yang menguasai bumi dan Tuhan yang menguasai langit, perempuan itu akhirnya dimerdekakan karena kejujurannya saat berkata aku membuat racun dalam makanan mu tapi tidak membahayakanmu, Abu muslim bertanya lagi mengapa ia menjawab Aku ingin engkau secepatnya memerdekakan ku, Abu muslim menjawab Pergilah sekarang kamu merdeka. 


Dikaruniakan Allah Umur Yang Panjang

        Abu muslim al-khaulani diberikan umur yang sangat panjang sehingga beliau masuk pada masa Dinasti Umayyah. Beliau adalah seorang tabi'in sekaligus ulama yang sangat dihormati juga oleh Umayyah pada akhir masa hidupnya beliau menjadi tokoh yang karismatik dan Mashur yang mana kemasyhurannya mampu melewati kemasyhuran khalifah Umayah Bin Abu Sufyan pendiri pertama Dinasti Umayyah. Abu muslim menetap dan menikah di Syam tetapi tidak memiliki anak, ia hidup hingga masa pemerintahan muawiyah dan dimakamkan di daraya sebuah desa tak jauh dari damaskus kini menjadi ibukota Suriah pada masa akhir hidupnya ketika beliau meninggal dunia kuburan Abu muslim al-khaulani mengeluarkan wewangian yang sangat luar biasa dalam beberapa hari. Hal inilah yang menjadi bukti kesholehan kemuliaan dan salah satu Karomah beliau yang telah diberikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepadanya. Abu muslim juga meriwayatkan beberapa hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam diantaranya dari Umar Bin Khattab radhiallahu Anhu muadz Bin Jabal, Abu Ubaidah Abu Dzar, dan Ubaidah Bin shamit Subhanallah 

wallahu'allam

Semoga dengan kisah singkat dari Abu muslim al-khaulani dapat menambah ilmu dan menambah ketakwaan kita kepada Allah subhanahuwata'ala ,Wasalamuallaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.


  •             Demikian lah ilmu pengetahuan islam yang bisa kami berikan kepada seluruh Ikhwan & Akhwat sahabat Didikan Islamic yang dirahmati oleh Allah SWT. Apabila terdapat suatu kesalahan dalam penyampaian ilmu islam, boleh Antum kritik dan memberi saran agar bisa kami perbaiki . Semoga menjadi berkah untuk kehidupan kita semua. Dihari yang penuh berkah ini kami mengajak kepada seluruh kaum muslimin agar saling berbagi kebaikan ilmu yang diambil dari artikel dibawah ini. Mari kita saling berbagi pengetahuan kepada orang-orang terdekat kita utamanya agar mereka mendapatkan berkah dan ilmu pengetahuan dari apa yang sudah kita share.
  •             Semoga dengan berkah kita meluangkan waktu selama beberapa menit untuk membagikan artikel ini menjadikan kita mudah dalam segala urusan dunia maupun akhirat. Dan menjadi amal ibadah kita. 
  •             Bayangkan apabila ada 100 orang bahkan lebih dari itu mereka yang mengambil kebaikan ilmu dari apa yang kita bagikan, maka sebanyak itulah amal ibadah kita. Mari saling berbagi (SHARE) 🙏🏻 .Semoga amal ibadah kita berbagi dihari ini diterima oleh Allah SWT

Belum ada Komentar untuk "Subhanallah! Meski Dibakar Saat Sholat, Orang Ini Diselamatkan Allah"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel