Taubatnya Seorang Penggali Kubur - Kesaksian Pelaku Saat Memperkosa Jenazah

Isi Konten [Tampilkan]
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 


Kaum muslimin & muslimat, Ikhwan & Akhwat sahabat Didikan Islamic yang dimuliakan ALLAH SWT. 
Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan pengetahuan tentang :

Taubatnya Seorang Penggali Kubur - Kesaksian Pelaku Saat Memperkosa Jenazah




         Dalam kitab Durratun Nashihin yang ditulis oleh Usman Bin Hasan bin Ahmad Syakir alqaw Bawi, pada masa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam suatu ketika saat Sayidina Umar Bin Khattab radhiallahu Anhu tiba-tiba didatangi oleh seorang pemuda. Pemuda itu terlihat gusar dan tampak ada yang membebani pikirannya, "Assalamualaikum wahai Umar "kata pemuda itu memberikan salam "Waalaikumsalam warahmatullah" kemarilah anak muda jawab Sayyidina Umar radhiallahu anhu Maka langsung saja pemuda itu bertanya kepada Sayyidina Umar bin khaththab radhiallahu Anhu. Wahai Umar Saya ingin bertanya Apa pendapat anda jika ada seseorang yang berzina? tanya pemuda itu kemudian Umar menjawab jika dia sudah menikah dia dihukum rajam sampai mati jika ia belum menikah maka akan dicambuk 100 kali dan diusir dari kampung selama satu tahun jawab Sayyidina Umar dengan tegas. 

        Kemudian pemuda itu memberanikan diri untuk berterus terang kepada Sayyidina Umar pemuda itu berkata Bagaimana jika seseorang itu mencintai jenazah dan dia masih perjaka Sayyidina Umar terdiam dan bulu kuduknya berdiri mendengar pertanyaan pemuda itu sungguh keterlaluan aku tidak bisa membayangkan Sebesar apa dosanya siapa gerangan orang yang melakukan perbuatan keji seperti itu? tanya Sayyidina Umar lantas pemuda itu berkata kepada Sayyidina Umar saya sendiri wahai Umar Apakah Allah subhanahuwata'ala masih mau mengampuni perbuatanku?, sang pemuda itu pun mulai khawatir dengan dosa yang telah ia lakukan namun Sayidina Umar radhiallahu Anhu tidak berkata apa-apa Sayyidina Umar langsung pergi meninggalkan Pemuda itu dan masuk ke dalam masjid.

         Hingga Sayidina Umar Pun Menangis didalam masjid pada saat itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melihat Sayyidina Umar dan Rasulullah pun menyapa sahabatnya itu "Assalamualaikum wahai Umar"."Waalaikumsalam warahmatullah Ya Rasulullah" jawab Sayyidina Umar. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkata aku melihat engkau dalam keadaan bersedih wahai Umar Apa yang menyebabkan engkau bersedih tanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka Sayyidina Umar radhiallahu Anhu berkata di luar aku menjumpai seorang pemuda yang membuat bulu kudukku berdiri dan ia ingin bertaubat dari dosanya Ya Rasulallah jawab Umar. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pun berkata ajaklah pemuda itu kemari wahai Umar maka Sayidina Umar segera keluar dan mengajak pemuda itu untuk masuk ke dalam masjid.

        Setelah mengikuti Sayyidina Umar untuk masuk ke dalam masjid ketika melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sang pemuda itu langsung menangis sejadi-jadinya sehingga membuat Rasulullah Shallallahu oleh wasallam penasaran." Assalamualaikum Ya Rasulallah" pemuda itu memberikan salam, "Waalaikumsalam warahmatullah anak muda" jawab Rasulullah Mengapa engkau menangis wahai anak muda tanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sambil menangis pemuda itu berkata aku terlalu banyak dosa Ya Rasulullah aku takut jika Allah akan murka kepadaku Ya Rasulullah jawab pemuda itu Hai apakah engkau telah menyekutukan Allah subhanahu wa ta'ala dengan sesuatu atau engkau membunuh orang yang tidak bersalah? tanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pemuda itu menjawab ,Tidak Ya Rasulullah Aku tidak pernah melakukan kedua perbuatan itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berusaha menghibur pemuda itu dan bersabda "ketahuilah olehmu anak muda bahwa Allah akan mengampuni dosamu sekalipun dosamu sebesar tujuh kali lipat langit dan bumi Rasulullah Shallallahu "Alaihi Wasallam bertanya lagi apakah dosamu sebesar ummul kursi?".

         Pemuda itu berkata dosa yang telah kulakukan lebih besar dari itu ya Rasulullah. Hai apakah sebesar arus tanya Rasulullah penasaran Saya kira lebih besar dari itu ya Rasulullah jawab sang pemuda di tengah Isak tangisnya, sebenarnya dosa apa yang telah engkau lakukan Coba katakan kepadaku pintar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, pemuda itu berkata Sungguh aku malu untuk mengatakannya kepadamu ya Rasulullah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkata lagi jika tidak engkau katakan kepadaku maka dosa itu akan tetap membebani jiwamu lantas pemuda itu terdiam kepalanya menunduk melihat lantai masjid ia mulai memberanikan dirinya untuk mengatakan apa yang telah Ia perbuat.

         Pemuda itu berkata Ya Rasulullah selama tujuh tahun aku bekerja sebagai penggali kubur suatu ketika aku melihat ada jenazah kaum Anshor ia masih gadis dan sangat cantik secara diam-diam aku menggali kuburannya lalu kubuka kain kafannya Awalnya aku ingin meninggalkannya tetapi syahwatku bergelora maka kulampiaskan syahwatku dengan mencintai jenazah Gadis itu, setelah selesai maka aku tinggalkan jenazah Gadis itu begitu saja setelah beberapa langkah hendak pergi meninggalkan kuburannya tiba-tiba jenazah itu bangkit dan berkata kepadaku sungguh celaka engkau wahai pemuda apakah engkau tidak malu kepada Allah yang kelak akan membalas perbuatanmu dihari kiamat pada saat semua orang dituntut balas, engkau membiarkan aku dalam keadaan telanjang dan berhadas besar di hadapan ini sontak mendengar perkataan sang pemuda itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sangat marah dan seketika itu berdiri dan berkata Wahai Pemuda fasik tempatmu Memang Pantas Di Neraka Keluarlah dari tempat ini.

        Sang Pemuda keluar dengan hati yang hancur dan jiwa yang tak bersemangat ia merasa tidak ada harapan baginya untuk mendapatkan pengampunan dari dosanya. Sebenarnya ia ingin bertaubat dengan sebenar-benarnya kepada Allah subhanahuwata'ala, dia terus melangkah tanpa tahu arah dan tujuan selama empat puluh hari empat puluh malam sang Pemuda beristighfar dan tak berhenti menangis
ia berjanji kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang maha mendengar bahwa ia tidak akan melakukan perbuatan keji itu lagi. Ia berdoa ya Allah Tuhannya Nabi Muhammad Tuhan Nabi Adam dan Hawa jika
aku telah engkau ampuni sampaikanlah kepada Nabi Muhammad dan para sahabatnya jika engkau menolak taubatku ini bakarlah aku di dunia dan bebaskanlah aku dari siksa akhirat, Sungguh aku tidak
akan sanggup menerima siksamu di akhirat kelak. Setelah pemuda itu selesai bermunajat dan memohon ampun kepada Allah subhanahuwata'ala bersamaan dengan itu Allah mengutus Malaikat Jibril Alaihis Salam untuk menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

         Malaikat Jibril pun berkata Wahai Muhammad ,Allah subhanahuwata'ala menyampaikan salam kepadamu dan Allah bertanya apakah engkau yang menciptakan makhluk tanya Malaikat Jibril Alaihissalam. Allah subhanahu wa ta'ala yang menciptakan diriku dan semua makhluk jawab Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Malaikat Jibril bertanya lagi Apakah engkau yang memberikan rizki kepada mereka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab tidak hanya Allah yang mampu memberikan rezeki kepada makhlukNya Malaikat Jibril bertanya lagi Apakah engkau yang menerima Taubat mereka atau engkau yang menghukum mereka atas segala dosa-dosa mereka. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab maha suci Allah yang Maha memberi pengampunan. Malaikat Jibril Alaihissalam berkata "Wahai Muhammad Rasulullah ,Allah subhanahu wa ta'ala berfirman Maafkanlah hamba ku karena aku telah mengampuninya kata Malaikat Jibril Alaihis Salam kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. akhirnya mendengar Pesan yang disampaikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala melalui Malaikat Jibril Alaihissalam.

         Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian mengutus salah seorang sahabatnya untuk mencari pemuda itu untuk dibawa ke hadapan beliau ,setelah utusan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu berhasil menemukan dan membawa pemuda itu kehadapan sang nabi maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pun memberitahukan kepada pemuda itu, bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mengampuni dosanya dan menerima taubatnya. Ya Allah Subhanahu Wa Ta'ala maha pengampun seberapapun besarnya dosa kita jika kita tidak menyekutukan Allah subhanahu wa ta'ala dengan yang lain maka Allah akan mengampuni dosa kita selama kita benar-benar bertaubat kepada-nya dengan sungguh-sungguh Allah subhanahu wa ta'ala berfirman Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar diantara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya niscaya kami hapus kesalahan-kesalahan mu Dan kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (Quran surah an-nisa 31) 

wallahua'lam

semoga kisah ini dapat menambah ilmu dan menambah ketakwaan kita kepada Allah subhanahuwata'ala


  •             Demikian lah ilmu pengetahuan islam yang bisa kami berikan kepada seluruh Ikhwan & Akhwat sahabat Didikan Islamic yang dirahmati oleh Allah SWT. Apabila terdapat suatu kesalahan dalam penyampaian ilmu islam, boleh Antum kritik dan memberi saran agar bisa kami perbaiki . Semoga menjadi berkah untuk kehidupan kita semua. Dihari yang penuh berkah ini kami mengajak kepada seluruh kaum muslimin agar saling berbagi kebaikan ilmu yang diambil dari artikel dibawah ini. Mari kita saling berbagi pengetahuan kepada orang-orang terdekat kita utamanya agar mereka mendapatkan berkah dan ilmu pengetahuan dari apa yang sudah kita share.
  •             Semoga dengan berkah kita meluangkan waktu selama beberapa menit untuk membagikan artikel ini menjadikan kita mudah dalam segala urusan dunia maupun akhirat. Dan menjadi amal ibadah kita. 
  •             Bayangkan apabila ada 100 orang bahkan lebih dari itu mereka yang mengambil kebaikan ilmu dari apa yang kita bagikan, maka sebanyak itulah amal ibadah kita. Mari saling berbagi (SHARE) 🙏🏻 .Semoga amal ibadah kita berbagi dihari ini diterima oleh Allah SWT

Belum ada Komentar untuk "Taubatnya Seorang Penggali Kubur - Kesaksian Pelaku Saat Memperkosa Jenazah"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel