Inilah Sahabat Rasulullah yang Jenazahnya dimandikan Malaikat

Isi Konten [Tampilkan]
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 


Kaum muslimin & muslimat, Ikhwan & Akhwat sahabat Didikan Islamic yang dimuliakan ALLAH SWT. 
Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan pengetahuan tentang :

Inilah Sahabat Rasulullah yang Jenazahnya dimandikan Malaikat


        Dari ensiklopedi kisah generasi Salaf dan juga dari Syekh Maulana Muhammad zakariyya Al kandahlawi dalam kitabnya fadhail a'mal. Hanzhalah bin Abi Amir radhiallahu Anhu adalah sahabat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dari bani aus kaum Anshor yang gugur dalam pertempuran uhud pada tahun 625 Masehi. Mempunyai Putra Abdullah bin hanzhalah yang dilahirkan setelah kesyahidan ayahnya.

         Pada mulanya hanzhalah tidak ikut bertempur dalam Perang Uhud alasan hanzhalah tidak ikut perang ke uhud karena menurut riwayat Ia baru saja melangsungkan pernikahannya dan mengumpuli istrinya malam itu ketika baru saja duduk untuk mandi dan baru membasuh kepalanya tiba-tiba terdengar kabar kekalahan kaum muslimin, Syekh Maulana menceritakan Karena tidak tahan mendengar kekalahan pasukan muslim ia langsung menghunus pedangnya bergegas menuju pertempuran yang sedang berlangsung di Uhud. Hanzhalah pun berangkat dia telah menjadikan hawa nafsunya seperti tanah yang Terinjak oleh kakinya, cinta yang besar kepada Allah subhanahuwata'ala mengalahkan semuanya hanzhalah menang melawan dirinya hanzhalah menang atas hanzhalah di awal perang kemenangan pun sudah tampak dalam genggaman pasukan muslim. Akan tetapi karena ketika para pemanah beranjak dari pos mereka manakala penjual berubah menjadi pembeli maka timbangan peperangan pun terbalik.

         Orang-orang musyrik bergerak maju dengan barisannya yang kuat namun hanzala masih terus membuktikan kecintaannya yang besar kepada Allah subhanahuwata'ala dia benar-benar membuat kita malu hanzhalah maju kearah Abu Sufyan bin harb mematahkan kaki kudanya dan membuat Abu Sufyan terpelanting jatuh ke tanah dalam situasi seperti itu datanglah musuh untuk menolong Abu Sufyan dari hanzhalah maka orang itu pun berhasil membunuh sang pemilik hati yang suci dengan sebuah tombak menghantam tubuh hanzhalah.

         Allah subhanahuwata'ala panggil dan mendapatkan takdir wafat dalam keadaan junub hanzhalah gugur sebagai Syahid di Perang Uhud. Pada riwayat lain dikatakan ketika di medan perang hanzhalah terlihat gagah berani sewaktu melihat Abu Sufyan Ia terus menerkam pundaknya sehingga Abu Sufyan tersungkur ke bumi, pada saat itu Abu Sufyan berteriak wahai saudara-saudaraku kaum Quraisy Lihatlah aku ini Abu Sufyan bin harb sedang dalam bahaya, mendengar teriakan Abu Sufyan maka kaum Quraisy segera menyerbu dan menyerang hanzhalah secara bertubi-tubi tak sempat membalas karena telah dikelilingi oleh kaum Quraisy yang menyerangnya hingga tombak musuh t'lah menembus badannya. Sampai akhirnya ia Syahid ia meninggalkan sang istri yang baru sehari bergaul dan baru sehari hidup bersamanya dalam syariat memang orang yang mati syahid bisa langsung dimakamkan tanpa harus dimandikan kecuali jika dia dalam keadaan junub, Namun karena para sahabat radhiallahu anhum tidak mengetahui hanzhalah dalam keadaan junub maka mereka Langsung akan menguburkannya tanpa memandikannya.

         Beriringan dengan kejadian itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian bersabda kepada para sahabat-sahabatnya aku melihat malaikat sedang memandikan jasad hanzhalah Bin Abu Amir diantara langit dan bumi Dengan Air kasturi Dalam bejana perak ia mendengar sabda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam maka para sahabat segera bergegas menuju ke tempat jenazah hanzhalah dan terlihat ada air menetes di kepala Hanzala, mereka segera melaporkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang telah mereka saksikan, Abu Sa'id radhiyallahu Anhu berkata ketika Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkata demikian aku pergi melihat jenazahnya kulihat bulir-bulir air bekas mandi menetes dari kepala hanzhalah, sepulang dari pertempuran Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memastikan lagi dari keluarganya dan memang ternyata hanzhalah radiallahuanhu pergi kemedan perang dalam keadaan tanpa mandi junub. 

        Istrinya menceritakan kepada utusan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa hanzhalah ke medan perang dalam keadaan junub karena waktu itu terburu-buru menuju ke Perang Uhud dan tidak sempat menyelesaikan mandinya alangkah berbahagia nya Hanzala sahabat Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang jasadnya telah dimandikan malaikat. Kabilah aus kabilah Hanzala selalu membanggakannya. Mereka berkata diantara kami terdapat seseorang yang dimandikan malaikat dialah hanzhalah Bin Abu Amir diantara kami terdapat seseorang yang jasadnya dilindungi oleh para lebah dialah ashim Bin Tsabit diantara kami terdapat orang yang sak siangnya disamakan dengan kesaksian dua orang dialah Usailamah Bin Tsabit dan diantara kami terdapat orang yang membuat Arsy Allah subhanahuwata'ala bergoncang karena kematiannya. Menceritakan bahwa ketika sa'ad bin Muadz radhiyallahu Anhu wafat setelah perang hendak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tergesa-gesa keluar sampai memutuskan tali sendal seseorang dan tidak membetulkannya, dan tidak melilit kembali selendangnya yang terurai dan tidak menyapa seorang orang-orang bertanya ya Rasulullah Mengapa engkau mengabaikan kami beliau Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab aku hawatir malaikat mendahului kita untuk memandikan jenazah saad bin Muadz seperti halnya ia mendahului kita memandikan jenazah hanzhalah (Riwayat Abu nu'aim).

 
        Keberanian yang sangat tinggi yang dimiliki hanzhalah radhiallahu Anhu untuk berjihad dijalan Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah hal yang luar biasa ia tidak sampai menyelesaikan mandi junub nya bahkan meninggalkan istrinya yang baru satu hari bergaul dan hidup bersamanya Ya Allah Subhanahu Wa Ta'ala membalas niat baiknya dengan syahid hingga malaikat memandikan jenazahnya dan kepada istri yang ditinggalkannya mendapatkan kehormatan yang mulia yaitu istri dari seorang pejuang yang Syahid membela agama Allah subhanahu wa ta'ala yang dibawa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Wallahu'allam

        semoga kisah ini dapat menambah ilmu dan menambah ketakwaan kita kepada Allah subhanahuwata'ala

  •             Demikian lah ilmu pengetahuan islam yang bisa kami berikan kepada seluruh Ikhwan & Akhwat sahabat Didikan Islamic yang dirahmati oleh Allah SWT. Apabila terdapat suatu kesalahan dalam penyampaian ilmu islam, boleh Antum kritik dan memberi saran agar bisa kami perbaiki . Semoga menjadi berkah untuk kehidupan kita semua. Dihari yang penuh berkah ini kami mengajak kepada seluruh kaum muslimin agar saling berbagi kebaikan ilmu yang diambil dari artikel dibawah ini. Mari kita saling berbagi pengetahuan kepada orang-orang terdekat kita utamanya agar mereka mendapatkan berkah dan ilmu pengetahuan dari apa yang sudah kita share.
  •             Semoga dengan berkah kita meluangkan waktu selama beberapa menit untuk membagikan artikel ini menjadikan kita mudah dalam segala urusan dunia maupun akhirat. Dan menjadi amal ibadah kita. 
  •             Bayangkan apabila ada 100 orang bahkan lebih dari itu mereka yang mengambil kebaikan ilmu dari apa yang kita bagikan, maka sebanyak itulah amal ibadah kita. Mari saling berbagi (SHARE) 🙏🏻 .Semoga amal ibadah kita berbagi dihari ini diterima oleh Allah SWT

Belum ada Komentar untuk "Inilah Sahabat Rasulullah yang Jenazahnya dimandikan Malaikat"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel