Kisah Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani Berhadapan dengan Malaikat Munkar-Nakir

Isi Konten [Tampilkan]
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 


Kaum muslimin & muslimat, Ikhwan & Akhwat sahabat Didikan Islamic yang dimuliakan ALLAH SWT. 
Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan pengetahuan tentang :

Kisah Syech Abdul Qodir Al-Jaelani Berhadapan dengan Malaikat Munkar-Nakir


        Siapa yang tidak mengenal nama Syekh Abdul Qadir al-jailani Ia adalah seorang ulama besar yang dijuluki raja para Wali Allah subhanahuwata'ala. Beliau adalah kekasih Allah yang sangat dimuliakan oleh umat Islam hingga saat ini dan Tiada ikhtilaf tentang kewalian beliau karena ketaatannya kepada Allah subhanahuwata'ala. Syekh Abdul Qadir juga diberikan banyak Karomah dan kemuliaan, para ulama dan para habaib juga sering mengisahkan Karomah beliau dalam majelis mereka sehingga nama beliau tidak asing ditelinga para penuntut ilmu, di antara banyak Karomah beliau salah satunya adalah beliau mampu hadir di alam kubur muridnya dan berhadapan langsung dengan malaikat Munkar Nakir yang hendak menyiksa muridnya di alam kubur.

         Dari kitab takhrij khotir diriwayatkan Syekh Abdul Qodir mempunyai murid yang bodoh dan buta agama namun ia menaruh cinta rindu dan selalu mengidolakan gurunya yaitu Syeikh Abdul Qadir al-jailani sama yang seperti kita sewaktu duduk di bangku sekolah ada siswa yang pintar dan ada juga siswa yang bodoh, namun disinilah perbedaan dan kelebihan antara ilmu dunia dan ilmu akhirat, walaupun kedua ilmu itu sama-sama penting untuk kita pelajari. Dalam ilmu akhirat terdapat ilmu yang pasti dan tidak berubah-ubah Sedangkan ilmu dunia setiap tahun berubah mengikuti kemajuan zaman. Ilmu akhirat bisa merubah pribadi seseorang menjadi lebih baik akhlaknya di dunia dan selamat di akhirat Sedangkan ilmu dunia tidak bisa membuat orang lebih baik akhlaknya di dunia dan selamat di akhirat Begitu juga dengan siswa yang bodoh dalam ilmu dunia sudah pasti tidak akan pernah lulus namun tetap membayar iuran belajar dan keadaan bodohnya itu tidak akan merubah keadaannya didunia maupun diakhirat menjadi lebih baik. 

        Berbeda dengan bodohnya orang yang duduk di majelis ilmu agama atau ilmu akhirat maka mereka akan tetap mendapat kemuliaan dan tidak akan membuang-buang uang nya seperti yang kita ketahui. Suatu kita mengikuti majelis ilmu tabligh akbar atau pengajian-pengajian kita tidak pernah dikutip sepeserpun biaya Adapun uang yang kita infakkan saat berada di masjid atau di dalam majelis ilmu adalah bentuk ketaatan kita kepada Allah subhanahuwata'ala, Karena Allah berfirman: "Kitab al-qur'an ini tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi orang yang bertakwa yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib menegakkan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka" (Quran surah al-baqarah ayat 2 dan 3).

         Adapun kemuliaan yang didapatkan orang yang duduk dalam majelis ilmu akhirat yang tidak membedakan orang yang pintar ataupun orang yang bodoh adalah diberikan Allah Subhanahu Wa ta'ala kemudahan menuju surga. Hal ini sesuai dengan sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang mengatakan: "Barangsiapa yang menempuh jalan menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga" (Hadits riwayat Tirmidzi).

         Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga bersabda: "Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah untuk membaca kitabullah dan saling mempelajarinya melainkan akan turun kepada mereka Sakinah atau ketenangan mereka akan dinaungi Rahmat mereka akan dilingkupi Para Malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan disisi-nya" (Hadits Riwayat Muslim). 

        Itulah kelebihan dan kemuliaan yang didapatkan jika kita menimba ilmu akhirat tidak terkecuali apakah yang duduk di majelis ilmu itu seorang kaya, miskin, pintar, ataupun bodoh karena sesungguhnya Allah memandang hambanya dari niat dan ketaqwaannya kepada Allah semua nya, ilmu itu pun sesungguhnya datang dari Allah Azza wajalla. Murid Syeikh Abdul Qadir yang bodoh itu sebenarnya bukanlah karena kesengajaan nya dalam bermalas-malasan dalam menimba ilmu yang diajarkan oleh Syekh Abdul Qodir tetapi karena keadaannya yang susah untuk menangkap dan memahami ilmu yang diajarkan Sang Guru Mulia, walaupun di setiap majelis Sang Guru dia selalu hadir tetapi tetap saja ilmunya tidak bertambah sedikitpun. Syekh Abdul Qodir sebenarnya mengetahui kekurangan dan keadaan muridnya itu namun ia yakin Di balik semua ini pasti Allah punya rencana lain dan Seiring berjalannya waktu proses belajar dan mengajar di majelisnya Abdul Qadir terus berlangsung namun ada hal yang tidak biasa terjadi sang murid yang bodoh itu tidak pernah lagi hadir dalam majelis Syekh Abdul Qodir. Murid-murid yang lain juga merasa kehilangan dan mencari tahu keadaan dan keberadaan punya yang sudah lama tidak menghadiri majelis Sang Guru Mulia, Setelah lama mencari akhirnya mereka mendapatkan informasi bahwa sahabat mereka telah meninggal dunia.

         Seperti yang kita ketahui setelah meninggal dunia maka kita akan ditanyain di alam kubur oleh para malaikat Munkar Nakir Hal itu pun dialami oleh murid Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani malaikat pun Bertanya kepadanya: Siapa Tuhanmu?, siapa nabimu?, dan Apa agamamu?, si murid menjawab "Saya tidak tahu yang saya ketahui hanya Guruku Syeikh Abdul Qadir beliaulah yang sangat kucintai" mayat murid itu selalu memanggil-manggil Syekh Abdul Qodir sehingga malaikat Munkar Nakir merasa bingung menghadapi Kejadian ini, lalu hal ini diajukan kepada Allah subhanahuwata'ala ya Allah engkau yang maha mengetahui tentang jawaban mayat hambamu ini untuk hal ini saya serahkan kepadamu Ya Allah.

        Allah subhanahu wa ta'ala berfirman kepada malaikat kubur sebagaimana mestinya setelah mendengar perintah dari Allah subhanahu wa ta'ala maka malaikat itupun langsung mengambil gudangnya dan hendak menyiksa si mayyit pada saat malaikat mungkar nangkir akan melaksanakan siksaan sebagaimana perintah Allah subhanahu wa ta'ala tiba-tiba Syekh Abdul Qodir muncul di alam kubur muridnya. Syekh Abil Fada berkata Wahai malaikat Munkar Nakir mayat muridku jangan disiksa karena ia sewaktu hidupnya termasuk orang yang bodoh dan tidak tahu tentang agama yang dia ketahui hanyalah aku lalu Syekh Abdul Qodir berkata lagi akulah yang akan memberi jawaban atas segala pertanyaan yang akan kalian tanyakan silahkan mau bertanya apa.

         Atas kejadian ini mereka bertambah bingung dan segera melaporkan kepada Allah subhanahuwata'ala setelah mendengar laporan dari malaikat untuk keduakalinya Allah subhanahu wa ta'ala berfirman sebagaimana tadi siksa dia sebagaimana mestinya, setelah malaikat itu menerima perintah dari Allah dengan wajah yang menyeramkan malaikat pun datang dengan khodam nya langsung menghajar si mayit namun sebelum godam itu mengenai mayat muridnya tiba-tiba Syekh Abdul Qodir Menghadang dan menggagalkan serta merebut godam dari tangan malaikat Munkar Nakir lalu dilemparkannya, lalu sehabis Fajar berkata jangan kalian siksa muridku demi panasnya kecintaanku yang membara dalam batinku kepada Allah siapapun juga tidak ada yang mampu menandingi ku ingat kalau mayat muridku disiksa surga dan neraka semuanya akan kubakar, artinya dalam surga tidak akan ada senang dan di neraka tidak akan ada susah ketika itu datanglah perintah Allah Subhanahu Wa Ta'Ala kepada para malaikat Sekarang ku ampuni dosa mayat orang itu jangan kamu siksa disebabkan karena kemuliaan yang kuberikan kepada kekasihku Abdul Qadir aku menanggung rindu padanya dan lebarkan pula kubur mayat orang itu, demikianlah kisah karomah dan kemuliaan Syekh Abdul Qadir al-jailani.

Wallahu'allam

Semoga dapat menambah ilmu dan menambah ketaatan kita kepada Allah subhanahuwata'ala

  •             Demikian lah ilmu pengetahuan islam yang bisa kami berikan kepada seluruh Ikhwan & Akhwat sahabat Didikan Islamic yang dirahmati oleh Allah SWT. Apabila terdapat suatu kesalahan dalam penyampaian ilmu islam, boleh Antum kritik dan memberi saran agar bisa kami perbaiki . Semoga menjadi berkah untuk kehidupan kita semua. Dihari yang penuh berkah ini kami mengajak kepada seluruh kaum muslimin agar saling berbagi kebaikan ilmu yang diambil dari artikel dibawah ini. Mari kita saling berbagi pengetahuan kepada orang-orang terdekat kita utamanya agar mereka mendapatkan berkah dan ilmu pengetahuan dari apa yang sudah kita share.
  •             Semoga dengan berkah kita meluangkan waktu selama beberapa menit untuk membagikan artikel ini menjadikan kita mudah dalam segala urusan dunia maupun akhirat. Dan menjadi amal ibadah kita. 
  •             Bayangkan apabila ada 100 orang bahkan lebih dari itu mereka yang mengambil kebaikan ilmu dari apa yang kita bagikan, maka sebanyak itulah amal ibadah kita. Mari saling berbagi (SHARE) 🙏🏻 .Semoga amal ibadah kita berbagi dihari ini diterima oleh Allah SWT

Belum ada Komentar untuk "Kisah Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani Berhadapan dengan Malaikat Munkar-Nakir"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel