Hukum Idghom : Pengertian Pembagian,Dan Contoh.

Konten [Tampil]
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 


Kaum muslimin & muslimat, ikhwan & akhwat sahabat DA'I yang dimuliakan ALLAH SWT. 
Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan pengetahuan tentang :

Hukum Idghom : Pengertian Pembagian,Dan Contoh


Pembahasan Idgham dalam Ilmu Tajwid

Pengertian Idgham (Tajwid)


Idgham adalah memasukkan satu huruf kepada huruf lainnya seakan-akan melafalkan huruf yang sama. Idgham dalam ilmu tajwid berlaku apabila ada dua huruf yang sama atau berdekatan dalam makhraj dan sifat saling bertemu.


Pembagian Idgham


Ada banyak istilah idgham disesuaikan dengan cara pandang dalam pembagiannya. Berikut ini macam-macam idgham yang terdapat dalam ilmu tajwid.


1. Mutamatsilain, Mutajanisain, dan Mutaqaribain


Bila dilihat dari segi jarak makhraj dan shifat kedua huruf yang diidghamkan, maka idgham terbagi menjadi idgham mutamatsilain, idgham mutajanisain, dan idgham mutaqaribain.


a. Idgham Mutamatsilain
Idgham mutamatsilain adalah apabila dua huruf yang sama makhraj dan shifatnya bertemu dan yang pertama sukun. Contohnya dal sukun bertemu dal, kaf sukun bertemu kaf, lam sukun bertemu lam, dll.
Contoh:


• Al-Baqarah: 16 (ta’ bertemu ta’)


فَمَا رَبِحَتْ تِّـجَارَتُهُمْ
• Al-Maidah: 61 (dal bertemu dal)


وَقَـدْ دَّخَلُواْ
• Al-Anbiya’: 87 (dzal bertemu dzal)


إِذْ ذَّهَبَ


b. Idgham Mutajanisain


Idgham mutajanisain adalah apabila ada dua huruf yang sama makhrajnya tapi beda sifatnya bertemu dan huruf yang pertama sukun. Akan tetapi, kaidah tersebut tidak berlaku pada semua huruf. Idgham mutajanisain berlaku pada:


• Ta’ (ت) sukun bertemu Tha’ (ط)
• Tha’ (ط) sukun bertemu Ta (ت)
• Ta’ (ت) sukun bertemu Dal (د)
• Dal (د) sukun bertemu Ta (ت)
• Tsa’ (ث) sukun bertemu Dzal (ذ)
• Dzal (ذ) sukun bertemu Zha’ (ظ)
• Ba’ (ب) sukun bertemu Mim (م)
Contoh:
• Ali Imran: 69


وَدَّتْ طَّـآئِفَةٌ
• Ali Imran: 122


إِذْ هَمَّتْ طَّـآئِفَتَانِ
• Al-Maidah: 28


لَئِن بَسَطْتَّ


c. Idgham Mutaqaribain


Idgham mutaqaribain adalah apabila dua huruf yang berdekatan makhrajnya dan berbeda sifatnya bertemu dan huruf yang pertama sukun. Kaidah di atas tidak berlaku secara umum. Dalam bacaan riwayat Imam Hafsh dari Imam Ashim, Idgham mutaqaribain hanya berlaku pada huruf-huruf berikut:


• Qaf (ق) sukun bertemu kaf (ك).
• Lam (ل) sukun bertemu ra' (ر).
• Lam ta'rif (ال) bertemu huruf berikut:
ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ن
• Nun (ن) sukun bertemu ya' (ي), mim (م), wau (و), lam (ل) dan ra' (ر).
Contoh:
• Al Mukminun: 97


وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ
• Al Qoshosh: 85


قُلْ رَبِّي أَعْلَمُ
• Al Mursalat: 20


أَلَمْ نَخْلُقْكُمْ مِنْ مَاءٍ




2. Idgham Kabir dan Idgham Shagir


a. Idgham Kabir
Idgham kabir adalah idgham dua huruf dimana keduanya berharakat.


Contoh idgham kabir:


سَلَكَكُمْ ← سَلَكْكُّمْ
فِيْهِ هُدًى ← فِيْهْ هُّدًى


Dalam qiraah Imam ‘Ashim tidak berlaku idgham kabir. Namun ada beberapa kata yang diidghamkan dimana keduanya berharakat namun secara tulisan pun sudah diidghamkan. Berikut diantaranya:


> Kata (مَكَّنِّيْ)
Kata (مَكَّنِّيْ) asalnya (مَكَّنَنِيْ) sebagaimana terdapat pada Al-Kahfi ayat 95.


> Kata (تَأْمَنَّا)
Kata (تَأْمَنَّا) asalnya (تَأْمَنُنَا) sebagaimana terdapat pada Yusuf ayat 11.
hanya saja dalam kata di atas ada dua cara membacanya, yakni dengan isymam atau raum.


> Kata (تُحَاجُّونِّي)
Kata (تُحَاجُّونِّي) asalnya (تُحَاجُّونَنِي) sebagaimana terdapat pada Al-An’am ayat 80.


> Kata (تَأْمُرُونِّي)
Kata (تَأْمُرُونِّي) asalnya (تَأْمُرُونِّي) sebagaimana terdapat pada Az-Zumar ayat 64.


b. Idgham Shagir


Idgham shagir adalah idgham dua huruf dimana yang pertama sukun dan yang kedua berharakat.
Contoh idgham shagir:


نْ ← ي = مَنْ يَعْمَلْ
دْ ← ت = عَبَدْتُّمْ
لْ ← ن = وَالنَّاسُ


3. Idgham Kamil dan Idgham Naqish


a. Idgham Kamil


Idgham kamil artinya adalah idgham yang sempurna. Adapun dalam istilah ilmu tajwid idgham kamil adalah memasukkan huruf ke huruf yang lainnya secara sempurna baik makhraj maupun sifatnya. Contohnya:


عَبَدْتُّمْ – مِنْ نِّعْمَةٍ – عَصَوْا وَّكَانُوْا - اَلدَّهْرِ
Contoh diatas merupakan bacaan idgham kamil karena huruf yang pertama melebur ke huruf yang kedua sehingga lafal huruf yang pertama tidak tersisa sama sekali.


b. Idgham Naqish


Idgham naqish adalah memasukkan huruf ke huruf yang lainnya namun ada beberapa sifat yang masih muncul pada huruf yang pertama. Contoh:


مَنْ يَعْمَلْ – مِنْ وَّالٍ – بَسَطْتَ – اَلَمْ نَخْلُقْكُّمْ


Mengapa contoh-contoh di atas dikategorikan idgham naqish:


> Idgham pada kata pertama dan kedua disertai dengan ghunnah. Ghunnah adalah sifat yang terdapat pada huruf nun. Sedangkan ya’ dan wau tidak memiliki sifat ghunnah. Ketika nun diidghamkan ke huruf ya’ dan wau masih menyisakan sifat yang terdapat pada nun yaitu ghunnah sehingga termasuk idgham naqish.


> Idgham pada kata (بَسَطتَّ) masih menyisakan sifat ithbaq yang terdapat pada huruf tha’ sehingga idghamnya tidak sempurna. Adapun kata (نَخْلُقْكُمْ) ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan masih terdapat sifat isti’la pada huruf qaf ada juga yang mengatakan qaf didghamkan secara sempurna ke huruf kaf.


Kesimpulan


Idgham kamil terdapat pada:
> Idgham syamsiyah


> Idgham bila ghunnah


> Idgham bighunnah (selain wau dan ya’)


> Idgham mutamatsilain


> Idgham mutajanisain (selain tha’ ke ta’)


> Idgham mutaqaribain


Idgham naqish terdapat pada:


> Idgham bighunnah (selain mim dan nun)


> idgham tha’ ke ta.


4. Idgham Bighunnah dan Idgham Bilaghunnah


a. Idgham Bighunnah


Idgham bighunnah adalah apabila nun mati atau tanwin menghadapi huruf ya (ي), nun (ن), mim (م) dan wau (و) yang dikumpulkan pada kata (يَنْمُوْ). Cara membacanya adalah nun mati dan tanwin dileburkan kepada huruf idgham bighunnah disertai dengung dua harakat.


Contoh:


مَنْ يَّقُوْلُ - خَيْرٌ وَّأَبْقَى - مِنْ مَّسَدٍ - عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ
Selain pada hukum nun sukun dan tanwin, ada lagi idgham yang disertai dengan ghunnah, yaitu:
> Mim sukun bertemu mim.
> Lam ta’rif bertemu nun.


b. Idgham Bilaghunnah


Idgham bilaghunnah ialah apabila nun sukun atau tanwin menghadapi huruf lam (ل) dan ra’ (ر). Cara bacanya nun sukun atau tanwin dileburkan pada huruf berikutnya tanpa mendengung. Nun sukun diidghamkan ketika bertemu Lam dan Ro’ karena dekatnya makhraj antara Nun, Lam dan Ra’.
Contoh:


أَنْ لَّـمْ يَرَهُ - غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ


5. Idgham Syamsiyyah


Idgham syamsiyyah adalah apabila lam ta'rif bertemu dengan 14 huruf idgham syamsiyah. Huruf idgham syamsiyah terkumpul pada bait berikut:


طِبْ ثُمَّ صِـلْ رَحْمًا تَـفُـزْ ضِفْ ذَا نِعَمْ * دَعْ سُوْءَ ظَنٍّ زُرْ شَرِيْفًا لِلْكَرَمْ
Apabila diambil huruf inisial dari bait di atas, maka didapati:


ط ث ص ر ت ض ذ ن د س ظ ز ش ل
dan apabila diurutkan sesuai urutan hijaiyah menjadi:


ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن
Contoh:


وَالشَّمْسِ – وَالضُّحَى - مِنَ الذَّهَبِ - وَمِنَ النَّاسِ - وَإِذَا الرُّسُلُ


Demikianlah sedikit pengetahuan yang bisa kami berikan kepada ikhwan & akhwat sahabat DA'I.
Semoga bisa menjadi manfaat bagi kita semua, serta dapat meneguhkan iman dan ketaqwaan kita semua.

Sehingga kita dapat mengambil hikmah dari apa yang kita dapatkan dari pengetahuan ini.
Sekian yang dapat kami sampaikan, segala kelebihan hanya dimiliki oleh ALLAH SWT, dan segala kekurangan dari kami pribadi.
JIKA terdapat kekurangan dari apa yang kami sampaikan, atau jika ada kritikan maupun masukan dalam hal apapun, jangan sungkan untuk menghubungi kami dibawah ini
DA'I, atau lengkapnya DidikAn Islam adalah sebuah situs yang dibuat dengan tujuan utama yaitu mempermudah kita manusia umumnya, ummat islam khususnya untuk menjalin silaturrahiim, dan saling berbagi informasi atau pengetahuan tentang islam.
Bagi ikhwan maupun akhwat yang mempunyai informasi, berita, maupun fakta tentang islam dan ingin menyalurkan bakatnya menulis dan berbagi, silakan hubungi kontak kami dibawah dengan melampirkan berisi tulisan yang berupa artikel. 

Belum ada Komentar untuk "Hukum Idghom : Pengertian Pembagian,Dan Contoh."